Sabtu, 08 April 2017

MANFAAT DAUN "DANDANG GENDHIS"

Assalamu'alaikum Wr Wb.
Halo teman-teman semua, semoga anda selalu sejahtera dan berbahagia dimanapun anda berada.

A. Tanaman "Dandang Gendhis"

Dalam kesempatan ini saya akan membahas salah satu tanaman yang bermanfaat sebagai obat dan untuk menjaga kesehatan manusia. Tanaman tersebut oleh masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya, dikenal dengan nama :Dandang Gendhis. Tanaman ini berjenis perdu, artinya tidak akan bisa tumbuh besar seperti pohon kayu tentunya. Tanaman ini, saat ini mungkin masih dianggap tanaman langka, karena ternyata masih banyak yang belum mengenalnya. Padahal tanaman ini mudah tumbuh dan mudah pula cara membudidayakannya.

Sampai saat ini saya belum tahu persis asal tanaman ini, dan juga mengapa dinamai Dandang Gendhis. Secara arti harafiah, maka Dandang=tempat untuk memasak, semacam panci, hanya bentuknya yang khas. sedangkan Gendhis=gula. Jadi artinya secara harafiah ya Panci Gula.......aneh kan?

Okay teman-teman, tanaman ini ternyata bermanfaat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain penyakit-penyakit kanker, asam urat, linu-linu persendian, kaki bengkak-bengkak karena capek, bahkan mampu menyehatkan jantung. Pendek kata, dengan mengkonsumsi daun tersebut, mampu membantu menjaga kesehatan manusia secara umum dalam arti luas.

Memang saat ini mungkin belum ada bukti secara Ilmiah tentang manfaat daun tersebut, ini mungkin dikarenakan belum banyak orang yang tahu akan tanaman ini. Saya berharap penulisan ini bisa membuka para peneliti dari kalangan mahasiswa atau apoteker dan lainnya untuk meneliti kandungan utama yang ada pada tanaman Dandang Gendhis ini.

Namun meskipun belum diketemukan hasil Ilmiahnya, dalam praktek sehari-hari telah banyak dibuktikan oleh masyarakat akan manfaat dan keampuhan tanaman ini.

                                                         
                                                           TANAMAN "DANDANG GENDHIS"

B. Cara Membudidayakan 

Tanaman ini hampir bisa dikatakan dapat tumbuh diseluruh wilayah Indonesia, hanya saja rupa-rupanya tanaman ini kurang tahan terhadap panas matahari. Oleh sebab itu menanam tanaman ini, harus diletakkan ditempat yang cukup terang namun tidak langsung di bawah sinar matahari. Cara menanamnyapun sangat mudah, yaitu dengan cara menanam stek batangnya. Kita siapkan medianya dulu berupa tanah yang dicampur pupuk kandang yang sudah siap pakai. Lalu tanah tersebut di taruh dalam Polyback. Pilih Polyback yang ukuran sedang saja.
Perlu diingat, bahwa pupuk kandang yang kita pakai harus benar-benar yang siap pakai, jangan yang belum jadi. Karena dalam proses penanaman awal, tanaman ini sensitif terhadap panas. Pupuk yang belum siap pakai akan menimbulkan panas dalam tanah, yang berakibat batang justru akan layu.
Selanjutnya potong batangnya sepanjang kira-kira 20-25 cm, lalu tancapkan batang pada media tadi. Siram setiap hari dan jangan lupa, letakkan pembibitan di tempat terang tetapi teduh.




                                                         STEK BATANG TANAMAN

Setelah kira-kira tujuh sampai sepuluh hari, maka stek tersebut akan tumbuh tunas kecil, pertanda stek sudah mulai tumbuh. Teruslah dirawat sehingga nanti setelah 50-60 hari tanaman tersebut sudah banyak daunnya,

C. Cara Memanfaatkan Untuk Kesehatan.

Perlu diketahui bahwa daun Dandang Gendhis ini tidak pahit sama sekali, hanya saja baunya yang cukup menyengat (Bahasa Jawa = Langu).
Cara memanfaatkan tanaman ini sebagai obat atau untuk menjaga kesehatan kita, adalah dengan mengkonsumsi daunya sbb:

  • Bila anda suka lalapan dan tahan dengan bau "langu", silahkan anda jadikan lalapan.
  • Bisa juga dengan cara direbus. Untuk hal ini, ambil 3-4 lembar daun, dan rebus dengan 1,5 gelas air, dan sisakan satu gelas. Setelah dingin air diminum. Untuk mengurangi bau "langu" bisa ditambahkan satu sendok madu.
  • Bisa dengan cara dijus dengan segelas air matang, lalu tambahkan madu satu sendok. Cara ini adalah lebih bagus untuk penyembuhan.
Nah, mengkonsumsi daun tersebut cukuplah sehari satu kali saja, lalukan secara rutin. Khusus untuk mengatasi Kanker, maka akan lebih efektif bila daun "Dandang Gendhis" ini diramu bersama dengan daun Sirsak. Anda tentunya sudah sangat familiar dengan daun Sirsak ini.Dan efeknya dari mengkonsumsi daun ini, dari informasi para pengguna bisa disimpulkan sbb:
  • Untuk Kanker hasil kesembuhan akan terlihat sekitar 45-60 hari.
  • Untuk Gangguan jantung hasil kesembuhan akan terlihat sekitar 30 hari.
  • Asam Urat, sekitar 14 hari
  • Kaki bengkak-bengkak karena capek, sekitar 7 hari.
  • Sendi ngilu, sekitar 7 hari. (Untuk ngilu sendi, disarankan anda juga perbanyak makan buah kolang-kaling, yang biasa untuk campuran es buah). Kolang-kaling ini cukup dimakan 5-6 butir sehari.



Teman-teman semua, untuk hasil yang saya sebutkan itu adalah dari informasi para pengguna daun tersebut, untuk hasil yang sebenarnya tentu tergantung pula berat ringan penyakit, faktor makanan sehari-hari dan juga kesungguhan para pengguna dalam menjalankan prosedur pengobatan tesebut.

Makanan yang kita konsumsi sehari-hari juga bisa berpengaruh terhadap proses penyembuhan, Sebaiknya kurangi atau hindari mengkonsumsi ayam broiler, kurangi juga daging-daging, terutama bagi penderita jantung dan kolesterol tinggi.

D.Share dengan kami.

Bila teman-teman ingin sharing atau bertukar informasi untuk saling melengkapi, atau ada seputaran pertanyaan lain terkait isi Blog ini, silahkan hubungi email saya:
                                                       
arna.s.mon@gmail.com.  Atau hubungi saya di : 0858 7982 1188 (Hanya SMS).


Nah, semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi seluruh masyarakat di Indonesia tercinta ini.
Wassalamu'alaikum Wr Wb.
Sampai jumpa....................


                                                                                                                                                                                                           
                                                                         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar